Ketika hati tak setangguh jiwa, ketika raga sulit merangkul semua yang ada. Mungkin disitulah saat kita membutuhkan "Motivator". Ketika semangat sulit di genggam, ketika rasanya tak ada yang mampu membuat satu hati ini merasa nyaman, mungkin disitulah tersimpan keinginan dan harapan mendalam. Sering kita mulai mencari-mencari apa yang salah, apa yang sebaiknya dilakukan apa yang semestinya diperjuangkan. Ya begitu keadaan ketika mengenal siapa nama kita, siapa diri kita.
Terkadang pula pikir kita kembali ke masa lalu, mengingat apa yang telah kita pernah perbuat dan rasakan. Ketika kenangan itu indah, kadang membuat kita ingin mengulang kembali masa itu, tersenyum dalam hati nyaman dan tenang dalam suasana nan indah memnggembirakan. Namun disisi lain pastilah dalam kehidupan ada pula kesedihan yang sempat kita rasakan, ketika mengalami itu rasanya ingin merubah semua yang pernah terjadi, hal yang mengerikan itu ingin rasanya diubah. Misalnya, jika dahulu kita kurang berani dalam bertindak, dalam hati kita sekarang pasti mengatakan "andai saja waktu itu aku lebih berani, pasti begini dan begitu".
Ya begitulah kehidupan, sedih dan senang sudah tak asing lagi. Namun ternyata Allah tak menyukai orang-orang yang berkata demikian. Pernah saya mendengar kata-kata seperti ini " bila masa lalumu penuh dengan kesenangan dan kebahagiaan maka bersyukurlah, sedangkan bila masa lalumu penuh dengan keburukan maka bertaubatlah".
Waktu cepat barlalu, cepat berganti. Namun dalam keadaan dan suasana yang berbeda terkadang kita lupa untuk mensyukuri dan mengintrospeksi diri sendiri. Seperti dalam seuntai kertas putih yang terkena setitik tinta ya padahal setitik tinta yang mengotorinya, namun yang terkadang tidak kita sadari adalah bukan menghapusnya tapi malah menutupinya atau bahkan membiaarkannya seperti itu. Alhasil kertas yang tadinya hanya sedikit terkena tinta, lama kelamaan menjadi penuh dengan bercak-bercak tinta itu dan mengakibatkan putih kertasnya itu tak terlihat dan bahkan rusak atau robek sama sekali.
BERSYUKUR dan INTROSPEKSI diri sendiri adalah kuncinya, tersenyumlah, nikmatilah, dan bersungguh-sungguhlah dalam melakukan apa yang kita citakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar